Prakata
Basiyo, ya.. seorang legenda yang namanya hampir terlewatkan dalam pentas lawak nusantara. Kisah mengenai beliau tidak banyak yang mengangkatnya setelah akhirnya kembali pada Sang Kuasa pada tahun 1984.
Bagi sebagian masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah nama “Basiyo” tidak terasa asing, hal ini karena kepopulerannya dalam jalur dagelan/ lawak yang pada saat itu sedang gandrung pada band rock n roll The Beatless dan Koes Plus tidak kalah pamor, yaitu tetap pada jalur lawak, seandainya saja seorang Basiyo membuat band rock and roll, mungkin akan tenggelam oleh menggemanya dentuman musik The Beatless atau Koes Plus.
Lawakannya segar, inspiratif, dan sering membuat perut pendengarnya terasa sakit karena kontraksi dalam waktu yang lama. Beliau mengangkat tema dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa dan bukan pada kondisi latar belakang ekonomi yang serba melimpah. Melainkan pada kondisi konkret masyarakat majemuk di wilayah DIY dan Jateng khususnya.
Basiyo memerankan sebagai pelawak ditemani oleh istrinya, Bu Tik (koreksi kalau salah), Darsono, Harjo, Ngabdul (tokoh sentral pada acara Pangkur Jenggleng/ TVRI sta. Yogya), dan beberapa pemain lawak lainnya, bahkan pernah rekaman dalam satu judul bersama seorang Legenda Pewayangan, yaitu Ki Nartosabdo dalam judul Besanan (Kibir Kejungkir).
Basiyo menelorkan beberapa album hits sepanjang masa antara lain mBecak, Maling Kontrang Kantring, Degan Wasiat, Kapusan, Gatutkaca Gandrung. Beberapa album lainnya tidak kalah penggemar. Namun pada saat itu belum diadakan suatu award bagi penjualan kaset, sehingga tidak dapat diketahui secara pasti apakah beberapa album tersebut masuk platinum atau double platinum. Namun hal ini bukan sebagai tujuan utama penggambaran sosok Basiyo.
Beliau seakan-akan menjadi cikal dari patron lawak di kemudian hari, yaitu dengan munculnya grup Srimulat yang dipelopori Pak Teguh (suami Bu Jujuk), Gepeng, Asmuni, dan lainnya. Selanjutnya tokoh lawak bermunculan antara lain S. Bagyo, Ateng, Jojon, Bambang Gentolet (Srimulat), Bendot (Srimulat), Djuki, maupun yang tergabung dalam kelompok Srimulat, Jayakarta Grup, Kuartet S, dan lainnya.